KASONGAN, KaltengAkses.Com – Kejelasan operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil Kabupaten Katingan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan.
Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi Pemkab Katingan bersama investor SPPG yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Senin (21/9/2026).
Sekda Katingan Christian Rain selaku Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengatakan, fasilitas SPPG di sejumlah wilayah terpencil telah dibangun investor sejak 2025 hingga 2026.
Namun, setelah pembangunan selesai, masih terdapat fasilitas yang belum mendapatkan kepastian mengenai tindak lanjut operasional serta mekanisme pembayaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Christian Rain mengatakan, Pemkab Katingan ingin memastikan fasilitas yang telah dibangun sesuai persyaratan tersebut tidak berhenti tanpa pemanfaatan.
“Para investor sudah melaksanakan sesuai prosedur dan persyaratan yang diminta. Namun, yang belum ada sampai sekarang adalah kepastian pembayaran dan sistem pembayarannya,” ujar Christian Rain.
Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, Pemkab Katingan telah melakukan pengecekan di lapangan dengan pendampingan BPKP. Hasil pengecekan tersebut akan menjadi bahan dalam koordinasi dengan pemerintah pusat.
Christian Rain mengatakan, Pemkab Katingan akan mendorong audiensi dengan BGN untuk mendapatkan penjelasan mengenai status dan kelanjutan SPPG di daerah terpencil.
“Kita ingin datang bukan sekadar menyampaikan persoalan, tetapi membawa data dan dokumen yang lengkap untuk mencari solusi,” katanya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan MBG di wilayah 3T memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi geografis, akses transportasi dan infrastruktur.
Karena itu, Pemkab Katingan berharap adanya mekanisme yang jelas dan sesuai kondisi daerah, sehingga SPPG yang telah dibangun dapat segera beroperasi.
Dengan adanya kepastian tersebut, fasilitas SPPG diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program MBG sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Katingan. (Akmera)













