Katingan

Dari Desa Tumbang Atei, Gotong Royong TNI-Warga Hidupkan Kembali Sekolah

×

Dari Desa Tumbang Atei, Gotong Royong TNI-Warga Hidupkan Kembali Sekolah

Sebarkan artikel ini
FOTO : Bangunan sekolah yang mengalami kerusakan dibenahi melalui gotong royong TNI dan masyarakat.

KASONGAN,KaltengAkses.Com — Palu dan peralatan kerja mulai digunakan di SMPN 2 Sanaman Mantikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan. Bangunan sekolah yang mengalami kerusakan tersebut mulai dibenahi melalui gotong royong TNI dan masyarakat, Minggu (4/10/2025).

Personel Kodim 1019/Katingan bersama Yon TP 831/PT dan warga bahu-membahu mengawali proses rehabilitasi dengan membongkar bagian bangunan yang sudah rusak dan tidak lagi layak.

Bagi para siswa, perbaikan ini bukan sekadar soal bangunan. Kondisi sekolah yang lebih baik diharapkan dapat menghadirkan ruang belajar yang aman sekaligus membuat proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

Dandim 1019/Katingan Letkol Kav. Prima Wahyudi mengatakan, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Yang kami lakukan ini adalah bentuk kepedulian terhadap pendidikan. Kami ingin membantu menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Tumbang Atei,” kata Prima Wahyudi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pelaksanaan rehabilitasi. Semangat bekerja bersama juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat. “Ketika dikerjakan bersama, pekerjaan menjadi lebih ringan. Inilah semangat gotong royong yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.

Prima Wahyudi berharap rehabilitasi SMPN 2 Sanaman Mantikei dapat memberikan perubahan nyata bagi lingkungan sekolah dan mendukung kegiatan pendidikan di wilayah tersebut.

Dia menegaskan, kehadiran TNI tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan dalam berbagai bidang. “Selama kehadiran kami dapat memberikan manfaat, TNI akan terus hadir bersama masyarakat,” tegasnya.(redaksi)

error: Konten di proteksi