Berita EksekutifGunung Mas

Apel Siaga Karhutla 2026: Polres Gunung Mas dan Forkopimda Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

×

Apel Siaga Karhutla 2026: Polres Gunung Mas dan Forkopimda Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
TINJAU : Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, S.E, M.Si, didampingi Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H, S.I.K, M.A, Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono, S.H, M.H saat meninjau sarana prasarana pencegahan karhutla, di halaman kantor bupati setempat, Rabu, 22 Juli 2026.

KUALA KURUN – KaltengAkses.Com – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, serta instansi terkait menggelar apel gelar pasukan dan pengecekan sarana prasarana (sarpras) kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gumas, Jalan P. Diponegoro, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun itu sebagai langkah nyata perkuat koordinasi lintas sektor dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Gumas, Rabu, 22 Juli 2026 pukul 07.30 WIB.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, S.E, M.Si, dihadiri Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H, S.I.K, M.A, Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos, Kajari Nugroho Wisnu Pujoyono, S.H., M.H, Kepala PN Kuala Kurun Kelas II Dr. Galih Bawono, S.H, M.H, Sekda Richard F. L, S.T, M.A.P, Kepala Satpol PP, Kepala BPBD, perwakilan perangkat daerah, BINDA, serta insan pers. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla secara terpadu.

Pasukan yang mengikuti apel terdiri dari personel Kodim 1018/GMS, Polres Gumas, Satpol PP, BPBD, Damkar dan Manggala Agni. Selain apel, dilakukan pula pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana penanggulangan karhutla guna pastikan seluruh peralatan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat selama musim kemarau.

Dalam amanatnya, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong menegaskan, apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi jadi momentum penting untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Komando Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Gumas benar-benar siap menghadapi potensi bencana. Menurutnya, kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Bupati juga mengungkapkan, berdasarkan data selama tujuh bulan terakhir, Kabupaten Gumas mencatat 242 titik panas (hotspot) dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 121 hektare. Data itu menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan karena potensi peningkatan kejadian Karhutla diperkirakan masih dapat terjadi hingga akhir September seiring memasuki puncak musim kemarau.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Gumas menginstruksikan seluruh instansi terkait agar memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai bahaya karhutla, meningkatkan patroli rutin wilayah rawan, lakukan pemetaan daerah berisiko, pasang spanduk larangan membakar hutan dan lahan, serta mendirikan pos komando di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H, S.I.K, M.A, menyampaikan Polres Gumas siap untuk mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh stakeholder. Menurutnya, keberhasilan mencegah Karhutla memerlukan kolaborasi semua pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat.

“Polres Gumas berkomitmen mendukung setiap langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan Karhutla. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secara cepat. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga Kabupaten Gunung Mas tetap aman dari ancaman Karhutla,” tegas AKBP Arum Sari Puspita Dewi.

Pelaksanaan apel ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Gumas bersama forkopimda dan seluruh instansi terkait terus memperkuat koordinasi sejak dini sebelum memasuki puncak musim kemarau. Dengan kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, serta strategi pencegahan yang terukur, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas ekonomi.

Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Sarana Prasarana Karhutla berakhir pada pukul 08.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Kabupaten Gumas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sinergitas antarinstansi, serta mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Gunung Mas yang aman, sehat dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan. (Tim Redaksi)

error: Konten di proteksi