Berita EksekutifKatinganNasionalProvinsi Kalimantan Tengah

Pemkab Katingan Siapkan Model Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Hampangen

×

Pemkab Katingan Siapkan Model Pengelolaan Gambut Berkelanjutan di Hampangen

Sebarkan artikel ini
FOTO : Kepala DLH Yobie Sandra, saat pelaksanaan kegiatan, di Dusun Hampangen, Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan.

KASONGAN, KaltengAkses.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan berkomitmen menjadikan Dusun Hampangen, Desa Luwuk Kanan, Kecamatan Tasik Payawan, sebagai proyek percontohan pengelolaan gambut berkelanjutan.

Langkah ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Katingan, Yobie Sandra, saat sosialisasi tindak lanjut implementasi Rencana Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut (RPPEG), Senin 11 Agustus 2025.

“Hampir separuh wilayah Katingan adalah gambut, totalnya sekitar 1,1 juta hektare. Kondisi ini membuat kita punya tanggung jawab besar. Kalau tidak dikelola dengan benar, kita akan menghadapi bencana lingkungan,” jelas Yobie di hadapan warga dan perwakilan WWF Indonesia–Kalimantan Tengah.

Menurutnya, gambut memiliki fungsi strategis sebagai penyimpan air alami dan penyerap karbon, namun juga sangat rentan terhadap kerusakan. “Gambut itu ibarat spons raksasa. Kalau spons ini kering atau rusak, kita akan merasakan dampaknya langsung, baik berupa kebakaran, kekeringan, maupun banjir,” tegasnya.

RPPEG Katingan, yang disahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2023, memuat strategi pelestarian sekaligus pengembangan potensi ekonomi ramah lingkungan. “Kita tidak ingin masyarakat kehilangan mata pencaharian. Justru kita ingin membuka peluang usaha baru, seperti pemanfaatan hasil hutan non-kayu atau pertanian ramah gambut,” jelas ungkap Yobie Sandra.

Dia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap tahap pengelolaan. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Warga adalah garda terdepan yang menjaga dan memanfaatkan gambut secara bijak. Kalau mereka paham manfaatnya, mereka akan menjadi pelindung terbaik bagi wilayahnya,” katanya.

Dengan kerja sama bersama WWF Indonesia–Kalimantan Tengah, Pemkab Katingan berharap proyek di Hampangen dapat menjadi model pengelolaan gambut yang berhasil. “Kalau ini sukses, kita akan replikasi di wilayah lain. Kita ingin Katingan dikenal sebagai daerah yang mampu mengelola gambut secara produktif sekaligus lestari,” tutup Yobie. (AKMERA)

error: Konten di proteksi